TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan hasil rapat paripurna mendengar jawaban dari Pemerintah Provinsi Kalbar terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Masyarakat Adat, akhirnya Pemprov Kalbar menerima usulan raperda dari legislatif tersebut.

Terlepas dari pro dan kontra terkait raperda itu, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menyatakan, pemerintah provinsi sudah membahas bersama SKPD terkait dengan Gubernur Kalbar, dan pejabat provinsi lainnya terkait usulan RaperdaMasyarakat Adat tersebut.

"Hasilnya sesuai kajian rapat bahwa, Raperda Masyarakat Adat kami terima, untuk diteruskan selanjutnya oleh DPRD Kalbar. Kita tinggal menunggu proses sesuai mekanisme dari DPRD Kalbar," ujarnya kepada wartawan, usai menghadiri rapat paripurna tentang Raperda Masyarakat Adat, di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Senin (27/6/2016).

Menurut Wagub, proses atau mekanisme raperda masyarakat adat masih cukup panjang. Karena beberapa tahan yang harus dilalui seperti, tanggapan umum dari fraksi-fraksi, pembentukan pansus, dan konsulidasi ke Menteri Dalam Negeri.

"Jadi prosesnya masih lama, kita hanya menunggu bagaimana raperda itu segera disahkan. Pastinya pemerintah selalu mendukung sejauh perda itu betul-betul bisa memberikan memfaat bagi masyarakat Kalbar," ungkapnya.

Pengusung Raperda Masyarakat Adat DPRD Kalbar, Martinus Sudarso mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar yang menerima raperda masyarakat adat telah diusulkan oleh pihaknya.

"Langkah selanjutnya adalah DPRD akan membantuk PansusRaperda Masyarakat Adat tersebut," ucapnya.

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP itu berharap, setelah dibentuk pansus proses Raperda Masyarakat Adat bisa berjalan dengan baik. Serta diharapkan bisa dibahas dengan lancar sesuai dengan aspirasi masyarakat.

"Kita targetkan dalam tahun ini, raperda masyarakat adat sudah menjadi perda tetap di Kalbar. Karena undang-undang sudah mengatur Perda Masyarakat Adat. Makanya kita yakin Mendagri tidak akan menolak usulan Raperda Masyarakat Adat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Pontianak